Beranda

Pengumuman Pengisian Aplikasi Pendataan 2012

Diumumkan kepada seluruh Siswa SMP Negeri 3 Denpasar agar wajib mengisi formulir pendataan online pada website ini dengan lengkap dan benar.

Data ini akan dijadikan acuan untuk pengiriman data ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena pentingnya data ini maka seluruh siswa diharapkan untuk segera mengisi formulir aplikasi pendataan tahap I sampai dengan tanggal 4 Oktober 2012, diperpanjang sampai tanggal 5 Oktober 2012. Pengisian data dilakukan melalui formulir aplikasi pendataan online pada website ini yang tersedia online 24 jam sampai tanggal 5 Oktober 2012.

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi formulir Aplikasi Pendataaan. Setelah itu silahkan klik menu Aplikasi Pendataan di menu Data Siswa dan isi data tersebut. Atau Klik Disini Untuk Mengisi Data.

Setelah selesai mengisi data Aplikasi Pendataan silahkan merubah password dan email yang digunakan pada menu Edit Profile.

Bagi siswa yang mendapat "Formulir Peserta Didik" yang disebarkan sebelumnya dan belum mengumpulkannya, harap mengumpulkan formulir tersebut di bagian kesiswaan SMP Negeri 3 Denpasar (Bp. Yudi & Bp. Budiartha). Dan bagi siswa yang tidak mendapatkan formulir cukup mengisi data secara online saja dan data tidak perlu dicetak atau print.

Bila ada hal yang kurang jelas dan ingin ditanyakan silahkan kirim email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau menghubungi langsung admin di 085738366299 (Bp. Panca)

Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Prestasi SMPN 3 Denpasar Raih Perak di Singapura dan Juara di SMANSA

ANAK-anak SMPN 3 Denpasar (Spentri) sukses memboyong prestasi internasional dan memborong juara di Resman dan Smansa. Prestasi ''go international'' diukir Ida Bagus Gde Sutha Maha Lencana yang meraih medali perak di Olimpiade International Matematech Contest di Singapura belum lama ini.

Dia bersama rekannya mewakili Indonesia di ajang bergengsi itu. Sementara Chindy Laurentia Chandra mewakili Bali di OSN Matematika. Siswa SMPN 3 Denpasar juga sukses meraih prestasi serangkaian HUT di SMAN 2 Denpasar (Resman) dan SMAN 1 Denpasar (Smansa). Mereka mempersembahkan sejumlah piala kepada sekolah.

Tim Paskibraka Spentri meraih juara I di Resman. Tim yang didantoni I Made Dwi Arisoma sukses mengalahkan 10 tim se- Bali. Tim ini juga juara Harapan I PPI (Purna Paskibra Indonesia) di SMAN 7 Denpasar. Sedangkan Dwi Arisoma sendiri meraih predikat danton terbaik di Smansa.

Di Resman, siswa Spentri Putu Bagus Kesawa meraih juara I lomba Speech Contest. Siswa kelas IX-A ini mengalahkan 30 peserta se-Bali. Ini prestasinya yang kedua setelah di Smansa meraih juara II di debat.

Di Smansa tim debat SMPN 3 Denpasar yang diperkuat oleh Gede Rama Darmawicaksana, Made Ayu Sayaka dan Putu Bagus Kesawa meraih juara II. Tim ini tiga kali main yakni di babak penyisihan menang atas tim SMP Harapan. Seleksi kedua kalah dari Taman Rama B, ketiga menang dari Taman Rama A. Di semifinal berhadapan dengan SMP Taman Rama B lagi, akhirnya menang. 

Selain tim debat, juara perorangan diraih Putu Tati Dian Pertiwi yang meraih juara III story telling di Smansa. Perjuangannya sangat berat karena persaingan ketat dengan 25 peserta se- Bali. Siswa kelas XI-F itu juga juara II story telling se-Bali.

Di ajang yang sama siswa SMPN 3 Denpasar, Putu Anita Yudiari meraih juara III lomba cipta puisi di Smansa. Ini prestasi keduanya setelah meraih juara II pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) se-Bali.

Di akademis, siswa SMPN 3 Denpasar, Nanda Satria Yudistira meraih juara III kategori perorangan Olimpiade Fisika di Smansa. Dia langsung mendapat rekomendasi masuk gratis di Smansa. Siswa lainnya, Ni Komang Lebri Partami meraih juara II lomba lagu pop di Smansa. Sementara itu Mohammad Ridho Firdaus meraih juara I lomba poster alerion, juara I poster SYRC dan juara I poster sanitasi se- Bali. Dia juga meraih juara nasional penulis narasi dan juara II karikatur se-Denpasar.

Wakasek Kesiswaan SMPN 3 Denpasar I Ketut Budiartha, S.Pd., M.Pd., mengatakan prestasi anak-anak SMPN 3 terus meningkat setiap tahun. Ini disebabkan pembinaan di sekolah yang terus-menerus dan ke depan prestasinya lebih meningkat lagi.

SMPN 3 Denpasar Kunjungan Balasan ke Yishun Secondary School

Sebanyak 18 guru dan 21 siswa SMPN 3 Denpasar mengadakan kunjungan balasan ke Yishun Secondary School di Singapura pada 25-28 Januari lalu. Kunjungan pertama kalinya ke Yishun sebagai undangan resmi sekolah tersebut.

Yishun Secondary School ini merupakan salah satu sister school SMPN 3 Denpasar, bahkan tergolong aktif. Selain itu SMPN 3 Denpasar juga menjalin sister school dengan Melrose High School, Australia. Hanya belum mengadakan kunjungan balasan ke Australia sejak MoU ditandatangani tahun 2010 lalu.

Sementara hubungan elektronik antar siswa kedua sekolah sudah berjalan sejak lama. Siswa SMPN 3 menyampaikan informasi dengan bahasa Inggris, sedangkan siswa Australia menyampaikan informasi dengan bahasa Indonesia lewat email. Jawaban kedua siswa ini saling mengoreksi tatanan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Hubungan SMPN 3 dengan Yishun Secondary School di Singapura sudah terajut sejak 2010. Guru dan siswa Yishun sudah dua kali belajar budaya dan tari Bali di SMPN 3 Denpasar. Kerja sama dengan Yishun ini bermanfaat ganda. Selain diisi dengan hubungan akademis juga dalam seni budaya. Saat berkunjung ke SMPN 3 Denpasar, siswa Yishun belajar menari Bali, menulis aksara Bali dan keterampilan Bali lainnya. Selain mereka mengunjungi objek wisata di Bali, siswa Yishun belajar dua hari di kelas unggulan SMPN 3 Denpasar.

Saat kunjungan balasan ke Yishun belum lama ini, siswa SMPN 3 Denpasar juga mendapat kesempatan belajar di kelas selama dua hari. Sedangkan guru-guru SMPN 3 dan Yishun berdiskusi antarmata pelajaran.

Kerja sama dengan Yishun ini sangat efektif antar guru karena diisi dengan saling tukar pengalaman dalam pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Bahkan, Yishun membantu buku-buku untuk siswa SMPN 3 Denpasar.

Banyak mendapat pengalaman pembelajaran di Singapura. Bahkan, para siswa mengaku sangat terkesan diajar oleh guru asing karena aktivitas pembelajarannya beda dengan sekolah asal. Bedanya guru memberi aktivitas lebih kepada siswa dengan menggunakan waktu yang lama. Bahkan untuk keterampilan siswa diajar hingga benar-benar bisa. Misalnya membuat baju, baru selesai diajarkan jika siswa sudah benar-benar mampu mandiri membuat baju, walaupun sampai sembilan bulan. ''Ini bedanya kita dengan Singapura, lagi pula materi pelajaran tak banyak, namun intensif,'' ujarnya.

Selain studi banding ke Yishun, para guru dan siswa juga mengunjungi Saince Centre juga menikmati wisata kota.